Rabu, 02 September 2015

20 makanan berkarbohidrat alami

20 Makanan yang mengandung karbohidrat alami 


yang dapat memberikan pasokan energi kepada anda tanpa memberikan efek yang buruk pada kesehatan. Karbohidrat merupakan salah satu nutrisi penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia, makanan yang mengandung karbohidrat juga merupakan sumber energi yang mendukung tubuh kita untuk beraktifitas, akan tetapi sayangnya kelebihan karbohidrat dapat menjadi salah satu faktor munculnya berbagai macam gangguan kesehatan, seperti diabetes, obesitas dan juga masalah pencernaan lainnya. Untuk itu anda harus membatasi jumlah karbohidrat serta memenuhi nutrisi penting lainnnya seperti vitamin dan mineral. Berikut beberapa makanan yang mengandung tinggi karbohidrat: 

20 Makanan yang mengandung karbohidrat alami
Gambar: 20 Makanan yang mengandung karbohidrat alami
  1. Pisang. Pisang merupakan salah satu buah yang mengandung tinggi karbohidrat, tidak heran jika mengkonsumsi pisang dapat membuat anda kenyang, rasa manis yang dihasilkan dari buah yang satu ini juga dapat memberikan pasokan energi yang melimpah sehingga bagi anda yang memiliki aktifitas yang membutuhkan energi ekstra jangan lupa untuk memasukkan pisang ke dalam daftar makanan sehat anda. 

  2. Kentang. makanan yang padat dan mengenyangkan ini merupakan salah satu sumber karbohidrat yang sangat baik, kentang dapat anda jadikan sebagai salah satu alternatif pengganti nasi karena memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Akan tetapi anda harus berhati-hati mengolah makanan yang satu ini karena salah pengolahan akan menjadikan kentang sebagai salah satu makanan yang mengerikan. ushakan jangan menyajikan kentang dalam bentuk digoreng karena akan memberikan tambahan lemak. Bukan hanya kentang saja makanan yang mengandung karbohidrat lainnya juga sangat tidak disarankan disajikan dalam bentuk digoreng. 

  3. Gandum. Makanan yang satu ini sudah sangat terkenal sebagai salah satu makanan utama yang menyediakan kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, berbeda dengan nasi, gandum  memiliki kandungan serat yang lebih tinggi sekaligus kadar gula yang rendah. Jadi untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang cobalah sesekali menggunakan gandum  sebagai makanan utama anda. 

  4. Strawberry. makanan ini kaya kan kandungan vitamin C dan juga mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, walaupun strawberry tidak memiliki kandungan karbohidrat setinggi pisang, akan tetapi buah yang satu ini memiliki nutrisi yang cukup banyak. Keluarga berry seperti strawberry, blueberry dan juga blcakberry merupakan makanan yang mengandung antioksidan yang cukup kuat, sehingga dengan mengkonsumsi makanan ini anda akan mendapatkan manfaat yang sangat banyak dari pada hanya sekedar mendapatkan asupan karbohidrat. 

  5. Yogurt rendah lemak. Yogurt merupakan sumber karbohidrat yang mudah dicerna oleh tubuh kita, mengkonsumsi yogurt akan membuat anda mendapatkan energi dengan cepat karena memiliki kandungan gula yang cukup tinggi, akan tetapi anda tidak perlu khawatir dengan efek buruk yang ditimbulkannya selama anda mengkonsumsi dengan porsi yang tidak berlebihan. 

  6. Kacang-kacangan. Sumber karbohdirat dari kaang-kacangan sangat baik karena bukan hanya menyediakn karbohidrat saja, kacang-kacangan juga memiliki kandungan vitamin D yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tulang anda. 

  7. Sayuran hijau.  Sayuran yang memiliki warna hijau gelap selain mengandung karbohidtar juga menyediakan berbegai nutrisi penting lainnya seperti zat besi, protein dan juga vitamin. Sayuran bukan merupakan sumber karbohidrat utama dan hanya dijadikan pelengkap makanan utama. 

  8. Ubi jalar. Makanan yang satu ini memang padat dengan karbohidrat, ubi jalar mengandung karbohidrat sekitar  20.12 g. Ubi juga dikenal sebagai makanan yang kaya akan kandungan vitamin A dengan jumlah mencapai 14.187 IU. 

  9. Jagung. Jagung merupakan salah satu makanan pokok orang madura yang sangat kaya akan kandungan karbohidrat. Jagung memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan beras, jagung memiliki lebih rendah kandungan gula sehingga sangat baik dijadikan makanan pokok bagi penderita diabetes. 

  10. Telur. Telur sering dihindari beberapa orang karena dinilai memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan karena diketahui memiliki tinggi kandungan lemak. Telur sebenarnya merupakan makanan sehat yang mengandung berbagai macam nutrisi penting yang sangat lengkap seperti, vitamin, mineral, protein, karbohidrat dan juga asam lemak omega 3. 

  11. Oatmeal. Oatmeal adalah makanan yang sangat baik untuk sarapan karena memberikan kandungan karbohidrat yang cukup banyak dan juga rendah lemak sehingga sangat baik untuk menjaga kesehatan jantungSatu setengah cangkir oatmeal menyediakan 54 gramkarbohidrat. 

  12. Tomat. Tomat merupakan sumber yang kaya akan kandungankarbohidrat dalam satu cangkir tomat mengandung kira-kira 21 gram karbohidrat. 

  13. Beras merah. Beras merah adalah makanan dengan karbohidrat yang baik, berbeda dengan beras putih beras merah memiliki kandungan serat yang lebih banyak sehingga dapat menjaga kesehatan pencernaan anda. 

  14. Buah apel. Apel mengandung sekitar 14,4 g karbohidrat dan nutrisi penting lainnya, sehingga cukup baik untuk dikonsumsi selama dengan jumlah yag tidak berlebihan. 

  15. Buah sawoBuah yang memiliki rasa manis ini memang sangat digemari banyak orang, buah sawo mengandung karbohidrat yang ckuup tinggi yaitu  19,2 g. 

  16. Buah jeruk. Buah yang memiliki rasa manis dan asam ini sangat lezat dikonsmusi ketika dalam keadaan panas. Buah Jeruk  mengandung sekitar 11,5 gram karbohidrat. 

  17. Kedelai. Kacang kedelai mengandung 30,1 gram karbohidrat. 

  18. Melon. Melon merupakan sumber vitamin C yang cukup baik, selain vitamin C melon juga mengandung karbohidrat sebesar 5,5 gram karbohidrat dan memiliki indeks glikemik rata-rata 72. 

  19. Buah mangga. Mangga mengandung karbohidrat sekitar 16,4 g dan cukup banyak jika dibandingakan dengan buah lainnya. 

  20. Singkong. singkong mengandung sekitar 31 gram karbohidrat, 1.10 gprotein, Kolesterol 0 dan Sodium 2 mg.
Demikianlah 20 makanan yang mengandung karbohidrat alami yang baik untuk kesehatan anda, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

manfaat bawang putih


Berbau tapi menyehatkan

Sepanjang beratus-ratus tahun bawang putih sudah di kenal juga sebagai salah satu makanan yang mempunyai banyak dampak penyembuhan. Dalam bawang putih terdapat banyak nutrisi serta zat yang dapat mengobati beragam jenis penyakit dari mulai demam sampai turunkan desakan darah.

Tetapi beberapa waktu terakhir peneliti di buat terperanjat dengan faedah mengagumkan yang disembunyikan oleh bawang putih. Bawang putih nyatanya dapat membunuh sel kanker dengan sangatlah efisien. Riset yang diterbitkan dalam jurnal American Cancer Association ini dapat membuka bahwa bawang putih tidak memberi dampak samping waktu membunuh sel kanker.

 " Zat dalam bawang putih yang bernama diallyl sulfide (DAS), diallyl disulfide (DADS) serta diallyl trisulfide (DATS) memberi perlindungan pada karsinogen, " ungkap peneliti, seperti ditulis oleh Daily Health Post (05/03).

Walau demikian, riset ini cuma dikerjakan di laboratorium serta belum diterapkan segera pada pasien. Tetapi peneliti optimis bahwa akhirnya bakal baik serta sama juga dengan yang berlangsung di laboratorium. Suatu riset pada th. 2001 pada awal mulanya juga menuturkan bahwa zat sulfur dalam bawang putih baik untuk menghindar perkembangan kanker.

Bawang putih mesti dikonsumsi dengan cara mentah untuk memperoleh faedah optimal di dalamnya. Walau bawang putih juga enak sesudah dimasak, tetapi sistem memasak bakal menghancurkan enzim yang ada pada bawang putih. Walau sebenarnya enzim itu yang bekerja menghindar perkembangan sel kanker.
dan sekali lagi bawang putih juga dapat menghangatkan badan dan mengurangi masuk angin caranya dengan memilih bagian bawang putih yang paling kecil lalu cuci bersih dan telan seperti minum obat apabila bawang putih tidak ada yang kecil maka potong kecil kecil sebesar tablet obat agar bisa ditelan dan mudah masuk minum sehari satu kali sampai masuk anginnya hilang semoga bermanfaat.

kecil yang bermanfaat

Buah krisem/krasem kecil yang bermanfaat
Buah krasem/krisem  atau nama lainnya buah talok tergolong dalam keluarga buah-buahan berukuran kecil yang rasanya manis. Buah krasem/krisem muda berwarna hijau muda dan warnanya akan berubah menjadi merah terang ketika buah sudah masak. Di Indonesia, buah krasem/krisem memiliki banyak nama. Sebut saja cerry, baleci, keres, dan keresen.
Tanaman krisem/krasem sendiri dapat tumbuh di mana saja sehingga disebut tanaman atau pohon liar. Namun meskipun liar, di dalam buahnya tersimpan manfaat yang luar biasa. Adapun 15 manfaat buah krasem/krisem bagi kesehatan, antara lain :
  1. Mengobati asam urat
  2. Menyembuhkan diabetes
  3. Meredakan gejala flu
  4. Mengatasi kejang atau kaku di bagian saluran pencernaan akibat gastritis dan diare
  5. Sebagai antibakteri atau antiseptic
  6. Menurunkan tekanan darah tinggi
  7. Menurunkan kadar kolesterol dalam darah
  8. Mengatasi infeksi
  9. Anti-tumor
  10. Meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak  mudah sakit
  11. Meredakan sakit kepala
  12. Pembunuh mikroba
  13. Kandungan air pada buah kersen dapat mengembalikan kelembaban alami kulit sehingga kulit akan terus terlihat segar
  14. Mencegah dan menyembuhkan batuk
  15. Mengatasi radang
manfaat-buah-kersen
Manfaat Daun Krasem/krisem
Tanaman buah krasem/krisem tak hanya bermanfaat di bagian buahnya saja. Daun tanaman krasem/krisem juga tak kalah berkhasiatnya dengan buah krasem/krisem Daun tanaman krasem/krisem dapat diolah menjadi teh yang sangat berkhasiat bagi kesehatan tubuh.
Cara pembuatannya cukup mudah gampang dan tidak sulit, cukup hanya dengan mengeringkan daun krasem/krisem lalu seduh dengan air panas. Air panas yang tadinya bening akan berubah seperti air teh pada umumnya. Silahkan anda minum sehari dua kali untuk menurunkan tekanan darah tinggi, bagi yang menderita hipertensi.
Pengolahan Buah Krasem/krisem
Buah krasem/krisem dapat dikonsumsi langsung. Buah krasem/krisem juga dapat diolah menjadi sirup buah krasem/krisem yang segar. Cara membuatnya cukup mudah. Siapkan bahan-bahan yang diperlukan seperti :
  • Buah krasem/krisem yang matang
  • Kayu manis
  • Gula pasir
  • Garam
  • vanilla
Jangan lupa siapkan alat-alat yang diperlukan untuk membuat sirup  buah krasem/krisem (botol untuk mengemas sirup), saringan, panci, penumbuk, dan ember.
Kemudian cara pembuatannya seperti berikut ini :
  1. Cuci bersih buah krasem/krisem matang dengan menggunakan air bersih yang mengalir
  2. Pisahkan kulit dan daging buah krasem/krisem. Ada cara  mudah untuk memisahkan kulit dan daging buah krasem/krisem, yaitu dengan menumbuknya terlebih dahulu lalu rebus.
  3. Ketika buah krasem/krisem sedang direbus, tambahkan gula pasir, garam, kayu manis, dan vanila. Perbandingan antara gula pasir dan buah krasem/krisem adalah 2:1
  4. Setelah mendidih, saring dengan menggunakan saringan agar air dan ampas terpisah.
  5. Setelah dingin, tuangkan air rebusan buah krasem/krisem ke dalam botol lalu tutup rapat.
  6. Sirup buah kersen pun sudah jadi dan siap dibuat sebagai minuman segar atau untuk dijadikan topping kue dan desert lainnya.
Manfaat Buah KersenTanaman Buah Krasem/krisem
Tanaman krasem/krisem dapat ditemukan di mana saja. pohon-pohon krasem/krisem banyak ditemukan di pinggir jalan-jalan, di samping rumah Anda, di sawah, dan lain sebagainya. Krasem/krisem mudah tumbuh di mana saja. Tak heran jika kita sangat mudah menemukannya. Satu pohon krasem/krisem biasanya ditumbuhi buah krasem/krisem yang banyak. Meskipun setiap hari buah krasem/krisem yang sudah matang terus dipetik, buah tak akan habis karena memang pertumbuhan buah krasem/krisem muda yang cepat sehingga buah krasem/krisem cepat masaknya.


Pohon krasem/krisem dapat tumbuh hingga 6 meter. Ternyata tanaman krasem/krisem ini tidak hanya dapat ditemukan di Indonesia saja, melainkan juga di beberapa negara lainnya seperti Inggris, Kosta Rika, Kamboja, Vietnam, Thailand, Meksiko, dan India.

kisah orang sholeh


SHALAHUDDIN AL-AYYUBI

Kali ini kita akan bercerita tentang seorang laki-laki mulia dan memiliki peranan yang besar dalam sejarah Islam, seorang panglima Islam, serta kebanggaan suku Kurdi, ia adalah Shalahuddin Yusuf bin Najmuddin Ayyub bin Syadi atau yang lebih dikenal dengan Shalahuddin al-Ayyubi atau juga Saladin. Ia adalah seorang laki-laki yang mungkin sebanding dengan seribu laki-laki lainnya.
Asal dan Masa Pertumbuhannya
tikritShalahuddin al-Ayyubi adalah laki-laki dari kalangan ‘ajam (non-Arab), tidak seperti yang disangkakan oleh sebagian orang bahwa Shalahuddin adalah orang Arab, ia berasal dari suku Kurdi. Ia lahir pada tahun 1138 M di Kota Tikrit, Irak, kota yang terletak antara Baghdad dan Mosul. Ia melengkapi orang-orang besar dalam sejarah Islam yang bukan berasal dari bangsa Arab, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi, dan lain-lain.
Karena suatu alasan, kelahiran Shalahuddin memaksa ayahnya untuk meninggalkan Tikrit sehingga sang ayah merasa kelahiran anaknya ini menyusahkan dan merugikannya. Namun kala itu ada orang yang menasihatinya, “Engkau tidak pernah tahu, bisa jadi anakmu ini akan menjadi seorang raja yang reputasinya sangat cemerlang.”
Dari Tikrit, keluarga Kurdi ini berpindah menuju Mosul. Sang ayah, Najmuddin Ayyub tinggal bersama seorang pemimpin besar lainnya yakni Imaduddin az-Zanki. Imaduddin az-Zanki memuliakan keluarga ini, dan Shalahuddin pun tumbuh di lingkungan yang penuh keberkahan dan kerabat yang terhormat. Di lingkungan barunya dia belajar menunggang kuda, menggunakan senjata, dan tumbuh dalam lingkungan yang sangat mencintai jihad. Di tempat ini juga Shalahuddin kecil mulai mempelajari Alquran, menghafal hadis-hadis Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, mempelajari bahasa dan sastra Arab, dan ilmu-ilmu lainnya.
Diangkat Menjadi Mentri di Mesir
Sebelum kedatangan Shalahuddin al-Ayyubi, Mesir merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Syiah, Daulah Fathimiyah. Kemudian pada masa berikutnya Dinasti Fathimiyah yang berjalan stabil mulai digoncang pergolakan di dalam negerinya. Orang-orang Turki, Sudan, dan Maroko menginginkan adanya revolusi. Saat itu Nuruddin Mahmud, paman Shalahuddin, melihat sebuah peluang untuk menaklukkan kerajaan Syiah ini, ia berpandangan penaklukkan Daulah Fathimiyyah adalah jalan lapang untuk membebaskan Jerusalem dari kekuasaan Pasukan Salib.
Nuruddin benar-benar merealisasikan cita-citanya, ia mengirim pasukan dari Damaskus yang dipimpin oleh Asaduddin Syirkuh untuk membantu keponakannya, Shalahuddin al-Ayyubi, di Mesir. Mengetahui kedatangan pasukan besar ini, sebagian Pasukan Salib yang berada di Mesir pun lari kocar-kacir sehingga yang dihadapi oleh Asaduddin dan Shalahuddin hanyalah orang-orang Fathimyah saja. Daulah Fathimiyah berhasil dihancurkan dan Shalahuddin diangkat menjadi mentri di wilayah Mesir. Namun tidak lama menjabat sebagai menteri di Mesir, dua bulan kemudian Shalahuddin diangkat sebagai wakil dari Khalifah Dinasti Ayyubiyah.
Selama dua bulan memerintah Mesir, Shalahuddin membuat kebijakan-kebijakan progresif yang visioner. Ia membangun dua sekolah besar berdasarkan madzhab Ahlussunnah wal Jamaah. Hal ini ia tujukan untuk memberantas pemikiran Syiah yang bercokol sekian lama di tanah Mesir. Hasilnya bisa kita rasakan hingga saat ini, Mesir menjadi salah satu negeri pilar dakwah Ahlussunnah wal Jamaah atau Sunni. Kebijakan lainnya yang ia lakukan adalah mengganti penyebutan nama-nama khalifah Fathimiyah dengan nama-nama khalifah Abbasiyah dalam khutbah Jumat.
Menaklukkan Jerusalem
Persiapan Shalahuddin untuk menggempur Pasukan Salib di Jerusalem benar-benar matang. Ia menggabungkan persiapan keimanan (non-materi) dan persiapan materi yang luar biasa. Persiapan keimanan ia bangun dengan membersihkan akidah Syiah bathiniyah dari dada-dada kaum muslimin dengan membangun madrasah dan menyemarakkakn dakwah, persatuan dan kesatuan umat ditanamkan dan dibangkitkan kesadaran mereka menghadapi Pasukan Salib. Dengan kampanyenya ini ia berhasil menyatukan penduduk Syam, Irak, Yaman, Hijaz, dan Maroko di bawah satu komando. Dari persiapan non-materi ini terbentuklah sebuah pasukan dengan cita-cita yang sama dan memiliki landasan keimanan yang kokoh.
crusadeDari segi fisik Shalahuddin mengadakan pembangunan makas militer, benteng-benteng perbatasan, menambah jumlah pasukan, memperbaiki kapal-kapal perang, membangun rumah sakit, dll.
Pada tahun 580 H, Shalahuddin menderita penyakit yang cukup berat, namun dari situ tekadnya untuk membebaskan Jerusalem semakin membara. Ia bertekad apabila sembuh dari sakitnya, ia akan menaklukkan Pasukan Salib di Jerusalem, membersihkan tanah para nabi tersebut dari kesyirikan trinitas.
Dengan karunia Allah, Shalahuddin pun sembuh dari sakitnya. Ia mulai mewujudkan janjinya untuk membebaskan Jerusalem. Pembebasan Jerusalem bukanlah hal yang mudah, Shalahuddin dan pasukannya harus menghadapi Pasukan Salib di Hathin terlebih dahulu, perang ini dinamakan Perang Hathin, perang besar sebagai pembuka untuk menaklukkan Jerusalem. Dalam perang tersebut kaum muslimin berkekuatan 63.000 pasukan yang terdiri dari para ulama dan orang-orang shaleh, mereka berhasil membunuh 30000 Pasukan Salib dan menawan 30000 lainnya.
Setelah menguras energy di Hathin, akhirnya kaum muslimin tiba di al-Quds, Jerusalem, dengan jumlah pasukan yang besar tentara-tentara Allah ini mengepung kota suci itu. Perang pun berkecamuk, Pasukan Salib sekuat tenaga mempertahankan diri, beberapa pemimpin muslim pun menemui syahid mereka –insya Allah- dalam peperangan ini. Melihat keadaan ini, kaum muslimin semakin bertambah semangat untuk segera menaklukkan Pasukan Salib.
Untuk memancing emosi kaum muslimin, Pasukan Salib memancangkan salib besar di atas Kubatu Shakhrakh. Shalahuddin dan beberapa pasukannya segera bergerak cepat ke sisi terdekat dengan Kubbatu Shakhrakh untuk menghentikan kelancangan Pasukan Salib. Kemudian kaum muslimin berhasil menjatuhkan dan membakar salib tersebut. Setelah itu, jundullah menghancurkan menara-menara dan benteng-benteng al-Quds.
Pasukan Salib mulai terpojok, merek tercerai-berai, dan mengajak berunding untuk menyerah. Namun Shalahuddin menjawab, “Aku tidak akan menyisakan seorang pun dari kaum Nasrani, sebagaimana mereka dahulu tidak menyisakan seorang pun dari umat Islam (ketika menaklukkan Jerusalem)”. Namun pimpinan Pasukan Salib, Balian bin Bazran, mengancam “Jika kaum muslimin tidak mau menjamin keamanan kami, maka kami akan bunuh semua tahanan dari kalangan umat Islam yang jumlahnya hampir mencapai 4000 orang, kami juga akan membunuh anak-anak dan istri-istri kami, menghancurkan bangunan-bangunan, membakar harta benda, menghancurkan Kubatu Shakhrakh, membakar apapun yang bisa kami bakar, dan setelah itu kami akan hadapi kalian sampai darah penghabisan! Satu orang dari kami akan membunuh satu orang dari kalian! Kebaikan apalagi yang bisa engkau harapkan!” Inilah ancaman yang diberikan Pasukan Salib kepada Shalahuddin dan pasukannya.
Dome of The Rock atau Kubatu Shakhrakh
Dome of The Rock atau Kubatu Shakhrakh
Shalahuddin pun mendengarkan dan menuruti kehendak Pasukan Salib dengan syarat setiap laki-laki dari mereka membayar 10 dinar, untuk perempuan 5 dinar, dan anak-anak 2 dinar. Pasukan Salib pergi meninggalkan Jerusalem dengan tertunduk dan hina. Kaum muslimin berhasil membebaskan kota suci ini untuk kedua kalinya.
Shalahuddin memasuki Jerusalem pada hari Jumat 27 Rajab 583 H / 2 Oktober 1187, kota tersebut kembali ke pangkuan umat Islam setelah selama 88 tahun dikuasai oleh orang-orang Nasrani. Kemudian ia mengeluarkan salib-salib yang terdapat di Masjid al-Aqsha, membersihkannya dari segala najis dan kotoran, dan mengembalikan kehormatan masjid tersebut.
Masjid al-Aqsha
Masjid al-Aqsha
Wafatnya Sang Pahlawan
Sebagaimana manusia sebelumnya, baik dari kalangan nabi, rasul, ulama, panglima perang dan yang lainnya, Shalahuddin pun wafat meninggalkan dunia yang fana ini. Ia wafat pada usia 55 tahun, pada 16 Shafar 589 H bertepatan dengan 21 Febuari 1193 di Kota Damaskus. Ia meninggal karena mengalami sakit demam selama 12 hari. Orang-orang ramai menyalati jenazahnya, anak-anaknya Ali, Utsman, dan Ghazi turut hadir menghantarkan sang ayah ke peristirahatannya. Semoga Allah meridhai, merahmati, dan  membalas jasa-jasa engkau wahai pahlawan Islam, sang pembebas Jerusalem.
Sumber:
Shalahuddin al-Ayyubi Bathalu al-Hathin oleh Abdullah Nashir Unwan
Shalahuddin al-Ayyubi oleh Basim al-Usaili
Shalahuddin al-Ayyubi oleh Abu al-Hasan an-Nadawi
Islamstroy.com
Ditulis oleh Nurfitri Hadi
Artikel www.KisahMuslim.com

Selasa, 01 September 2015

Awal terciptanya langit dan bumi

Permulaan terciptanya langit dan bumi


       Kata ibnu Abbas r.a. bahwa pada waktu Allah SWT hendak menciptakan tujuh lapis langit dan bumi, yang pertama kali diciptakan adalah permata putih; 70.000 tahun lamanya menghampar. Lalu Allah SWT melihat hasil karyanya itu, maka bergoncanglah permata dengan hebatnya karena menyaksikan keagungan Allah SWT. Akhirnya, permata itu pun hancur. 70.000 tahun lamanya berputar-putar. Lalu menjadi air lautan. Lautan itu meluap-luap, dan berlangsung 70.000 tahun lamanya juga. Allah SWT pun menciptakan api untuk menghanguskan air lautan tersebut. Air pun berasap dan berbuih. Buih-buih berkumpul menjadi lumpur. Dari lumpur inilah, Allah SWT menciptakan bumi. Dan dari asapnya itulah Allah menciptakan tujuh lapis langit.
“Kemudian Dia menuju langit, sementara langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa ", keduanya menjawab: kami datang dengan suka hati". (Q.S.: 41:11). 
Allah SWT memerintahkan dua malaikatnya yang bernama Towas dan Jibril untuk menghimpun buih yang telah menjadi lumpur itu. Jibril pun menghamparkannya. Maka jadilah bumi berlapis tujuh di atas air tautan tadi. Allah SWT menetapkan pusat bumi di Negeri Mekah. Lalu Jibril meratakan lumpur yang telah menjadi tanah itu dari masyrik (di belahan timur) sampai maghrib (di belahan barat). Namun bumi menjadi bergoncang, karena terjadi perubahan tata letak terhadap lautan. Allah SWT pun berfirman kepada Jibril: "Pergilah engkau ke bumi; peliharalah olehmu agar bumi itu stabil." 
Jibril menuruti perintah-Nya. Jibril bersama beberapa malaikat segera menuju masyrik untuk membenahinya. Namun, lautan kemudian meluap di sebelah maghrib. Ketika Jibril membenahi di sebelah maghrib, air lautan meluap di daerah masyrik. Menyaksikan hal demikian, Jibril kemudian menghadap kepada Allah SWT: "Ya Tuhanku, Engkau pelihara langit-Mu dan bumi-Mu ini. Betapa pun hamba-Mu tahani dan hamba-Mu pelihara, tiadalah terpeliharakan oleh hamba-Mu." 
Lalu Allah SWT menjadikan bukit-bukit dan gunung-gunung sebagai pasak bumi.  “Dan gunung-gunung sebagai pasak.” (Q.S. 78:7). 
70.000 tahun lamanya maka bumi itu menghampar berlapis tujuh bagaikan baki yang terhampar. 
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.”(Q.S. 65:12) 
Lautan pun menjadi tenang kembali. Bersusun-susun pada tempatnya. Di dalam air laut itu, Allah SWT menjadikan seekor ikan yang bernama ikan nun yang sangat-sangat besarnya. Berada di dalamnya selama tujuh tahun. Dijadikan pula seekor sapi putih kehijau-hijauan yang sangat panjangnya sapi itu, hanya Allah yang Mengetahui berapa panjangnya sapi tersebut. Tanduknya bercabang empat ratus buah. Ukuran dari satu cabang tanduk ke tanduk yang lainnya sama dengan menenpuh jarak yang lamanya empat puluh tahun perjalanan. Konon, bumi ini diletakkan oleh Allah SWT di atas tanduk sapi itu dan ikan tadi menanggung sang sapi hingga hari kiamat tiba. Sebagai makanan dari ikan nun adalah diciptakan-Nya ikan. Sehari empat puluh ekor ikan dimakan oleh ikan nun tersebut. Besarnya ikan-ikan itu seperti besarnya ikan yang dijamu oleh Nabi Musa yang meminta kepada Allah SWT agar diperlihatkan kenyataan keberadaan ikan Nun. Tatkala ikan-ikan makanan ikan Nun itu terganga di hadapan Nabi Musa, maka terlihatlah ukuran tepi kanan mulut dan tepi kirinya sama dengan jarak yang ditempuh selama empat puluh hari perjalanan. Sedangkan makanan yang disediakan oleh Allah SWT bagi sapi adalah rerumputan yang bernama kamkama. Kemudian di atas bumi ini mulailah diciptakan binatang-binatang yang liar dan jinak. 
Allah SWT menjadikan langit tujuh lapis dari asap buih yang mendidih tadi. Dari satu lapis ke lapis berikutnya berjarak lima ratus tahun perjalanan. Tebalnya pun demikian. Penciptaannya itu bagaikan manikam yang bernyala-nyala. Dijadikan pula matahari dan bulan sebagai hiasan langit. Sahib Arsila Bayani berkata, "Setelah Allah Ta’ala menciptakan alam, kemudian ke ‘Arsy, terus turun hingga ke yang paling bawah. Diletakkanlah oleh Allah Ta’ala ‘Arsy tersebut di atas Kursi. Sedangkan Kursi diletakkan di atas alam yang tujuh tingkat. Dinaungilah Kursi pada langit yang tujuh susun, dan diletakkan pula secara tersusun. Kemudian bertajalilah Allah Ta’ala dengan sifat Kemahabesaran-Nya. Bergoyanglah ‘Arsy, bergoyang pulalah langit.  Langit berkeringat karena terlalu berat menanggung Kursi. Kursi pun mengeluarkan keringat karena telalu berat menanggung ‘Arsy. ‘Arsy ini juga berkeringat karena Maha Agung Nya tajalli Allah Ta’ala. Disebabkan oleh keringat yang keluar dan ciptaan-ciptaan Allah tersebut, maka jadilah lautan di antara ‘Arsy, Kursi, dan langit. Ada juga lautan di sekeliling/sekitar ‘Kursi. Di langit, ombak lautan yang bergelora memunculkan buih yang kemudian menjadi tanah. Dan tanah itu, terciptalah banyak jenis makhluk Allah. Sesungguhnya, keringat-keringat itu memuji atas Keagungan Allah SWT. Dengan demikian, telah diciptakanlah api, angin, air, dan tanah. Api membuktikan nama Allah Ta’ala Yang Maha Besar. Angin menunjukkan Kemahakuatan Allah. Air menggambarkan Kemahatahuan Allah. Sedangkan tanah menunjukkan Allah Maha Berkata-kata. 
Setelah alam sempurna, dijadikanlah dari asal yang empat itu lima macam ciptaan: Pertama, yang ada di angkasa. Kedua, yang berada di dalam tanah. Ketiga, tumbuh-tumbuhan. Keempat, bebatuan. Dan kelima, binatang-binatang.
catatan 
“Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal” (Q.S. Ali Imran : 190) 
“Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Q.S. Ali Imran : 191).

maha guru

Mahaguru Pesantren: Syaichona Cholil Bangkalan
Bangkalan 1820, serupa dengan kota-kota lain di Madura—seperti Pamekasan, Sampang, dan Sumenep— kota Bangkalan berada di bawah kontrol Belanda yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Van Der Capellen. Setiap harinya, bala tentara Belanda hilir-mudik di jalan-jalan mengawasi setiap aktivitas penduduk termasuk aktivitas perdagangan antar pedagang Madura dan Pasuruan yang datang melalui pelabuhan di Surabaya. Rakyat tunduk di bawah kontrol penjajah dan tak bisa berbuat banyak, bahkan Sultan Bangkalan II (1815–1847), penguasa lokal Bangkalan pada masa itu tak lebih hanya sebagai ‘pegawai’ raja negeri Belanda. (LPM Universitas Negeri Malang, 2007: 146).

Sampai tahun 1820-an, belum terdengar nama ulama besar dari Madura yang mampu menerangi batin penduduk pulau garam tersebut sehingga banyak masyarakat Madura yang mengirim anak-anak mereka ke pondok pesantren di tanah Jawa dengan harapan sepulang nanti dapat mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat Madura.

Di tengah kegersangan hati para penduduk Bangkalan, pada hari Selasa, 14 Maret 1820 M / 11 Jumadil Akhir 1235 H, lahirlah seorang bayi mungil anak dari KH Abdul Latief adalah seorang kiai di Kampung Senenan, Kemayoran,  Bangkalan, Madura. Sang ayah memiliki silsilah yang tersambung sampai ke Syaikh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati Cirebon, salah seorang dari sembilan wali yang menyebarkan Islam di wilayah Jawa Barat. Kakek dari KH Abdul Latief yaitu Muharrir masih memiliki hubungan darah dengan Sayyid Sulaiman yang merupakan cucu Sunan Gunung Jati Cirebon.

Sejak kecil sang ayah juga memperkenalkan Cholil kecil dengan berbagai ritual Islam. Meski putranya masih belum paham dengan artinya, namun sang ayah kerap mengajak Cholil menghadiri acara seperti Diba’an yaitu membaca sejarah ringkas keluhuran dan keagungan Nabi Muhammad SAW dan keluarganya melalui gubahan puitis karya Syaikh Abdurrahman Ad-Diba’i. Diba’an merupakan kegiatan jamiyyah (dilaksanakan secara berjamaah) yang lazim dilaksanakan di kalangan pesantren maupun di kalangan masyarakat Jawa dan Madura. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan pada malam Jum’at, juga pada acara walimatul khitan (resepsi sunatan) dan walimatul urusy (resepsi pernikahan). Selain itu, sang ayah juga mengajarkan cara membaca Al-Qur’an.

KH Abdul Latief lalu mengirim putranya ke pesantren Langitan di Tuban yang termasyhur dengan ilmu tata bahasa Arabnya. Sang ayah lalu menitipkan putranya kepada KH Muhammad Nur pengasuh pesantren Langitan pada saat itu. Sang ayah memercayakan sang anak untuk nyantri kepada KH Muhammad Nurbukannya karena selain bagus, di sana juga turut lahir beberapa tokoh generasi pertama NU seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Syamsul Arifin (ayahanda KH As’ad Syamsul Arifin), dan KH Shiddiq (ayahanda KH Ahmad Shiddiq).

Ketika Syaichona Cholil menjadi ulama besar, karisma dan namanya sangat dihormati di seluruh kalangan masyarakat Islam, khususnya kaum pesantren. Saat organisasi Nahdlatul Ulama (NU) akan didirikan, Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari dilanda kebimbangan yang luar biasa. Syaichona Cholil Bangkalan yang mampu merasakan keresahan KH Hasyim Asy’ari lalu mengutus santrinya, Kiai As’ad Syamsul Arifin kepada KH Hasyim Asy’ari. Kiai As’ad datang dua kali, pertama ia mengantarkan sebuah tongkat dan pesan satu ayat dari Al-Qur’an surah Thaha ayat 17-23, dan kedua ia mengantarkan sebuah tasbih dan amalan Yâ Jabbâr Yâ Qahhâr. Keresahan KH Hasyim Asy’ari reda berubah menjadi keyakinan untuk mendirikan organisasi NU.

Itulah sekelumit kisah yang terdapat di dalam buku ini, betapa sosok Syaichona Cholil Bangkalan memiliki peran besar lahirnya NU, sebuah organisasi Islam terbesar di dunia saat ini.

Cerita lahirnya NU yang berdiri atas restu Syaichona Cholil Bangkalan juga pernah diceritakan oleh Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan pada saat perayaan Harlah NU ke-87 di Pekalongan. Dalam ceritanya ia mengatakan bahwa menjelang berdirinya NU ulama-ulama Haromain mengutus KH Hasyim Asy’ari untuk pulang ke Indonesia agar menemui dua ulama besar untuk dimintai restu, pertama Habib Hasyim bin Umar bin Toha Bin Yahya Pekalongan, dan yang kedua yaitu Kiai Cholil Bangkalan.

Buku mungil ini berisikan sekilas catatan hidup sosok mahaguru, lebih dari itu, buku ini kami harapkan bisa menumbuhkan semangat pendidikan di Indonesia. Biografi Mbah Cholil yang ditulis oleh Mokh. Syaiful Bakhri ini mencoba mendedah kehidupan sang tokoh; peristiwa per peristiwa dalam hidupnya, perasaannya, pemikirannya, cita-citanya, dan impiannya, yang dapat menjadi informasi penting bagi para pembaca. dengan data yang memang sangat terbatas, penulis juga menguatkannnya dengan mewawancarai beberapa narasumber yang memiliki cerita tentang Kiai Cholil.

Minimnya literatur yang mengulas sosok Syaichona Cholil Bangkalan  membuat buku ini sangat penting karena menjadi sumber informasi yang sangat berharga menyusuri model pemikiran mereka di saat menghadapi perkembangan situasi dan tuntutan zamannya. buku ini memberikan secercah cahaya untuk menambah informasi tentang sosok Mbah Cholil. Terlebih, di dalam buku ini terdapat terjemahan lengkap kitab berbahasa Arab yang dikarang oleh Syaichona Cholil Bangkalan. As-silâh fî Bayân an-Nikâh dan kitab Al-matnu Syârif.

Mbah Cholil adalah kreator intelektual. Karakternya yang penuh kezuhudan akan menjadi sosok model yang perlu digugu dan ditiru. Namun, cerita sejarahnya jarang sekali orang tahu, Syaichona Cholil Bangkalan sendiri adalah sosok yang penuh dengan ke-tawadu’-an. Saat KH Hasyim Asy’ari meminta restu, kalimat yang disampaikan kepada Mbah Hasyim As’ari oleh dua tokoh besar tersebut hampir sama: ”Laksanakan niatmu kalau mau membentuk wadah Ahlussunnah wal Jama’ah. Saya rela tapi tolong saya jangan ditulis“. Begitulah sosok Mbah Cholil, begitu rendah hati.

Buku ini berjudul ”Mahaguru Pesantren: Syaichona Cholil Bangkalan”, sebuah biografi yang ditulis oleh Mokh. Syaiful Bakhri tentang seorang mahaguru yang sangat dihormati oleh masyarakat Muslim Indonesia khususnya di kalangan pesantren. Sang tokoh adalah seorang pendidik andal yang oleh penulis buku ini disebut telah mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, spiritual, sosial, dan keterampilan esoterik ke dalam pola asuh dan pendidikan di pesantrennya.

Kisah-kisah di dalam buku ini kiranya mampu menginspirasi pembaca khususnya para pendidik di negeri ini. Pelajaran-pelajaran hidup yang terangkum di dalam buku ini kiranya akan menambah wawasan dan kekuatan mental kita dalam membangun karakter bangsa dan menciptakan pola pendidikan yang semakin baik lagi

tradisi dalam ibadah

Adat atau Tradisi dalam Beribadah (1)
Setiap komunitas selalu mempunyai adat dan tradisi khas sesuai dengan peradaban dan falsafah hidup mereka. Adat dan tradisi tersebut lahir sebagai akibat dari dinamika dan interaksi yang berkembang di suatu komunitas lingkungan masyarakat. Oleh karenanya, bisa dikatakan, adat dan tradisi merupakan identitas dan ciri khas suatu komunitas.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, adat atau tradisi bermakna kebiasaan perilaku yang dijumpai secara turun-temurun. Karena bermula dari kebiasaan dan itu merupakan warisan dari pendahulu, maka akan terasa sangat ganjil ketika hal itu tidak boleh dilakukan atau dilakukan tapi tidak sesuai dengan kebiasaan yang berlaku.

Allah SWT menciptakan manusia dalam kemajemukan yang terdiri atas suku, bangsa dan tersebar di berbagai tempat. Kemajemukan tersebut melahirkan adat dan tradisi yang sangat beragam. Namun demikian manusia dibekali software yang tidak diberikan kepada makhluk lain, yaitu akal. Dengan akal inilah manusia menjadi makhluk yang sangat terhormat dan diharapkan bisa menjadi khalifah di muka bumi serta mampu menciptakan kreasi-kreasi baru yang membawa kemaslahatan bagi sesama. Dengan kesempurnaan yang dimilikinya, Allah SWT ‘menaruh harapan’ bahwa mereka mampu melakukan yang terbaik di muka bumi. Semua itu sebagai amanah Allah SWT yang harus kita manifestasikan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Yang Maha Esa.

Masyarakat Indonesia memiliki beragam adat dan tradisi yang berbeda dengan negara-negara lain, bahkan dari satu daerah ke daerah yang lain. Beragamnya agama, bahasa dan budaya adalah keniscayaan dalam konteks keindonsiaan.

Ketika masuk ke Indonesia lewat Walisongo, Islam begitu ramah menyapa umat. Tidak ada tindakan anarkis dan frontal melawan tradisi. Kelihaian Walisongo mengakomodasi budaya setempat ke dalam ajaran-ajaran Islam, menampakkan hasil yang luar biasa. Para masyarakat yang sebelumnya menjadi penganut kuat ajaran dinamisme dan animisme, pelan-pelan berbondong-bondong menghadiri majelis-majelis yang diselenggarakan Walisongo. Mereka hadir bukan karena dipaksa, tapi karena sadar bahwa ajaran Islam sangat simpatik dan ‘patut’ diikuti.

Itu hasil kreasi yang patut diapresiasi. Islam adalah agama yang mampu berakumulasi, bahkan hampir bisa dikatakan tak pernah bermasalah dengan budaya setempat. Bahkan budaya bisa didesain ulang atau dimodifikasi dengan tampilan yang elegan menurut syara’ dan lebih berdayaguna demi meningkatkan kasejahteraan hidup. Dengan demikian, kehadiran Islam di tengah masyarakat, dimanapun dan sampai kapanpun, akan selalu menjadi rahmatan lil alamin.
  
Islam Mengakomodasi Adat

Adat atau tradisi yang dimaksud di sini adalah adat yang tumbuh dan berkembang disuatu komunitas dab hal itu –secara prinsip- tidak terdapat dalam ritual syariah Islam, baik pada masa Rasulullah SAW.

Adat atau tradisi semacam ini adalah sah-sah saja dan tak masalah. Tentunya dengan catatan, adat atau tradisi tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai luhur Islam, mempunyai tujuan mulia dan disertai niat ibadah karena Allah SWT. Dalam Kaidah fikih dikatakan, “al-Adah Muhakkamah ma lam yukhalif al-Syar'” (Tradisi itu diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan dasar-dasar syariah).

Sahabat Abdullah bin Abbas mengatakan: Setiap sesuatu yang umat Islam menganggap baik, maka menurut Allah baik juga, dan yang mereka anggap buruk, maka buruk juga manurut Allah” (Diriwayatkan Al-Hakim)

Ia juga berpesan: Sesungguhnya Allah melihat hati hambanya, selalu ditemukan hati Muhammad SAW, sebaik-baiknya hati hambanya, lalu memilihnya untuk-Nya, dan mengutusnya. Lalu melihat hati hambanya selain Muhammad, dan ditemukan beberapa hati sahabatnya, lalu menjadikannya menteri bagi nadi-Nya. Setiap suatu yang umat Islam menganggap baik, maka menurut Allah baik juga, dan yang mereka anggap buruk, maka buruk juga menurut Allah” (Diriwayatkan oleh Ahmad)

Dalam Hasiyah as-Sanady disebutkan, “Bahwa sesungguhnya sesuatu yang mubah (tidak ada perintah dan tidak ada larangan) bisa menjadi amal ibadah selama disertai niat baik. Pelakunya mendapatkan imbalan pahala atas amal tersebut sebagaimana pahalanya orang-orang yang beribadah”. (Hasiyah as-Sanady, Jilid 4, hal.368)

Imam Syafi’i memberikan batasan ideal tentang adat atau tradisi ini, menurutnya, selama adat atau tradisi itu tidak bertentangan dengan dasar-dasar syariat, itu hal terpuji. Artinya, agama memperbolehkannya. Sebaliknya, jika adat atau tradisi tersebut bertentangan dengan dasar-dasar syariat, hal itu dilarang dalam Islam.

Menurut Imam Syafi’i yang dinukil oleh Baihaqi dalam kitabnya ManakipAs Syafi’i lil Baihaqi:  Hal baru (bid’ah) terbagi menjadi 2 (dua) macam. Adakalanya hal baru itu bertentangan dengan Al-Qur'an, as-Sunnah, al-Atsar, atau ijma Ulama. Itulah bid’ah yang tercela. Sedangkan hal baru yang tidak bertentangan dengan dasar-dasar agama tersebut adalah bid’ah yang terpuji. (Fathul Bari, karya Ibn Hajar, jilid 20, hal:330)


H Fadlolan Musyaffa’ Mu’thi, MA
Rais Syuriyah PCNU Mesir